Senin, 21 Juni 2010

Konsep Teknologi Dalam Pengembangan Produk Industri


Ini merupakan salah satu buku yang saya baca di bulan Februari ini. Judul buku tersebut yaitu Konsep Teknologi Dalam Pengembangan Produk Industri. dengan taglinenya yaitu Pendekatan Kolaboratif Pada Konsep Teknologi dan Desain Produk Industri karya tulisan dari dua orang dosen yaitu Ir. Suwarno dan Yunia Dwie Nurcahyanie, ST.

Setiap teknologi pasti akan berkembang. Pada jaman prasejarah, dengan bukti peninggalan peralatan untuk berburu yang terbuat dari batu. Teknologi itu semakin lama akan semakin berkembang. Pada saat ini kita sudah merasakan teknologi dengan komputer, Nano teknologi, dan bahkan Bio teknologi. Perkembangan ini didasari atas dasar teknologi dan penemuan jawaban dari permasalahan permasalahan yang ada dan berkembang. Tujuannya yaitu itu membantu mempermudah kehidupan manusia.

Definisi dari teknologi menurut buku ini yaitu, pengetahuan terbaru dari keahlian, pengetahuan dan praktik yang bertujuan untuk mempermudah manusia. Adapun teknologi ini bisa berupa pengembangan makanan, energi, material, distribusi dan konsumsi yang terdiri dari transportasi dan komunikasi serta layanan yang terdiri dari sektor perdagangan dan perbankan.

Perkembangan teknologi berdasar kepada kesejahteraan pengguna yang meliputi aspek budaya, sosial, sumber daya alam, lingkungan dan riset. Oleh karena itu proses penciptaan teknologi harus disertai dengan tanggung jawab dan konsekuensi dari segala akibatnya. Bertanggung jawab terhadap kerberlangsungan manusia di masa yang akan depan. Tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan saat ini.

Sebagai seorang engineer, kita harus memperhatikan teknologi dalam pengembangan dan perancangan suatu produk. Teknologi itu bisa meliputi teknologi sederhana maupun teknologi yang kompleks. Teknologi yang digunakan mulai dari proses perancangan, proses manufaktur sampai dengan distribusi hingga ke tangan konsumen.

Misalnya dalam perancangan desain suatu produk menggunakan teknologi computer aided design (CAD) dengan melakukan beberapa pendekatan dalam perancangan misalnya dari segi Ergonomi, pembuatan model dan faktor-faktor lain.

Dalam proses manufaktur sudah menggunakan mesin-mesin berteknologi yang otomatis. Perencanaan produksi sudah dikalkulasi melalui komputer. Apalagi proses inspeksi dalam menjaga kualitas sudah menggunakan beberapa sensor dan komputer sehingga mampu memilah sendiri mana barang yang cacat. Penerapan sistem informasi yang menyeluruh sehingga meningkatkan efisiensi dalam proses penciptaan suatu barang.

Selain itu dalam proses distribusi juga menggunakan teknologi yang mempermudah dan mempersingkat waktu distribusi dan manajemen rantai pasok. Misalnya dengan teknologi Global Positioning System (GPS) mampu melacak posisi perkembangan distribusi, Penerapan teknologi Radio Frequency Identifier (RFID) sehingga mempermudah dalam melakukan inventarisasi gudang dan tranportasi.

Dengan adanya teknologi tersebut maka bagi perusahaan akan menjadi nilai tambah dalam menjaga produknya bersaing dengan yang lain. Produk yang berdasarkan teknologi akan mempunyai keunggulan bersaing. Apalagi pada jaman sekarang ini dimana sudah era globalilasi. Produksi produk sudah mengalami lintas negara.

Bahkan sekarang ini mengenai kondisi lingkungan juga harus diperhatikan. Oleh karena itu sekarang muncul teknologi teknologi yang berdasarkan lingkungan. Misalnya penerapan Green Design dalam perancangan produk, penggunaan material dengan daur ulang yang ramah lingkungan, penanggulangan sampah industri dengan teknologi yang ramah, kampanye hijau dan Eco Labelling. Tentu saja teknologi harus menjaga kondisi bumi kita menjadi hijau kembali.

Penerapan teknologi memang penting. Kita tidak bisa terlepas dari teknologi. Terutama bagi industri produk maupun jasa. Namun kita juga harus ingat bahwa teknologi mempermudah manusia bukan mempersulit. Bukan kah begitu?? bagaimana menurut anda.


Sumber :
Agus Wibisono
http://aguswibisono.com/2010/konsep-teknologi-dalam-pengembangan-produk-industri/

Perncangan Produk


Sektor: Otomotif

Projek: Peralatan/komponen mobil

Manfaat yang diperoleh pada akhir projek:

§ Waktu pengembangan: Setengah dari waktu tempuh sasaran projek.

§ Jumlah investasi: -50%

§ Jumlah item komponen: -15%

§ Jumlah patent: 2

§ Biaya projek: -22% dibandingkan dengan projek sepadan

§ Pengurangan jumlah prototype: - 30%

§ Pengurangan jumlah uji coba: -30%


Percepatan dalam hal melengkapi ragam produk dan tingkat kustomisasi produk yang terus meningkat telah menimbulkan kebutuhan untuk perubahan dalam pendekatan dalam merancang produk.

Sudahm menjadi fakta umum bahwa rentang waktu untuk memasarkan yang tersedia bagi team pengembangan produk makin lama makin singkat sehingga tak memungkinkan untuk banyak bolak-balik di bagian marketing, perancangan produk, perancangan proses dan produksi.

Hal in tak hanya harus benar sejak langkah pertama tetapi produk juga harus dirancang untuk bertahan dalam siklus hidupnya secara keseluruhan termasuk untuk saat daur ulang dan waktu pemusnahannya.

Lebih jauh, guna memenuhi permintaan yang mendadak dan tingkat persediaan yang rendah, strategi teknologi harus dipelajari tidak hanya sekadar keputusan membuat sendiri atau membeli dari pemasok tapi juga dalam kaidah waktu tempuh pengadaannya.

Metode kami yang menekankan penghapusan kegiatan peborosan atau kegiatan tak bernilai tmbah, yang juga telah teruji dan terbukti dalam kegiatan produksi masal, diterapkan dengan sukses dalam kegiatan perancangan produk.

Dengan menggunakan teknik kreatif yang telah terbukti, kami membantu team meraih dantotsu dalam mencari dan menemukan solusi (Dantotsu = jauh berada di depan yang lain).

Dengan secara terus menerus mengamati mata rantai nilai tambah (value chain) dari marketing, kami mempertimbangkan semua solusi secara menyeluruh guna menemukan pendekatan terhadap interes seutuhnya.

Dengan mempertimbangkan berbagai aspek teknis, logistik dan organisasional dalam format peraga kemajuan projek, kami dapat secara bertahap membangun kualitas dalam sistem produksi. Masalah-masalah diatasi dengan pendekatan tahap hilir pada setiap tahapan projek sampai produksi masal dilaksanakan tanpa herus mengalami situasi darurat yang biasanya terjadi.

Dengan memiliki anggota team dari berbagai bagian dan departemen yang bekerja sama, kami mendorong punahnya mentalitas yang terkotak-kotak dalam batasan kaku, kami mempersatukan energi sehingga mengembangkan suatu budaya sejati dari "simultaneous engineering" yang kemudian menghasilkan perbaikan yang radikal changes dan berkesinambungan pada tahap perancangan.



Sumber :
http://valessentia-id.com/defaut.php?idrub=19

KK Perancangan dan Pengembangan Produk Teknik Kimia, FTI - ITB

Bidang Kajian :

Kegiatan penelitian diarahkan pada perancangan dan pengembangan produk-produk inovatif berbasis sumber daya lokal. Dalam kegiatannya, kelompok keahlian kami melakukan kajian dalam bidang penerapan prinsip-prinsip sains dan keteknikan dalam pemrosesan suatu bahan menggunakan katalis maupun biokatalis untuk menghasilkan barang dan jasa. Dalam hal ini, barang dalam kaitannya dengan makanan hasil fermentasi, pakan, minuman, obat-obatan, enzim mikrobial, bioetanol, asdam-asam organik, polimer yang dapat didegradasi, dan bahan-bahan kimia lain, sementara dalam lingkup jasa difokuskan terutama pada pemurnian air, managemen limbah domestik dan limbah industri.


Ketua

Dr.Ir. Ukan Sukandar, M.Sc


Anggota

Prof.Dr.Ir. Tjandra Setiadi, M.Eng.
Dr.Ir. Irwan Noezar, M.Sc.
Ir. Gerardus Handi Argasetya
Ir. Tri Partono Adhi, Ph.D.
Ir. Akhmad Zainal Abidin, M.Sc., Ph.D.
Dr.Ir. I.D.G. Arsa Putrawan, MT.
Dr.Ir. Ronny Purwadi, MT.
Chrismono Himawan, S.T., M.T.
Tjokorde Walmiki Samadhi, ST, MT., Ph.D.
Dr. Made Tri Ari Penia Kresnowati, S.T.,M.Sc.


Fokus Penelitian :

Dalam mendukung pendidikan dalam bidang sains dan teknologi, Kelompok Keahlian Perancangan dan Pengembangan Produk Teknik Kimia memfokuskan diri dalam penelitian dasar dan lanjutan serta aplikasinya pada perancangan dan pengembangan produk. Untuk mendukung tercapainya fokus penelitian ini, Kelompok Keahlian memiliki area bidang konsentrasi sebagai berikut:


Produksi farmasetikal dan bahan kimia.

Produksi bahan pangan dengan cara fermentasi.

Produksi bioetanol dengan cara fermentasi.

Biodegradable polymer poly-lactic acid.

Pemanfaatan Produk Samping Penggilingan Padi untuk Produksi Minyak Pangan Sehat.

Pengolahan Limbah Industri Secara Bioproses.

Penghilangan warna tekstil dengan lapuk putih.

Penerapan Teknologi Proses Anaerob untuk Mengolah Berbagai Air Limbah Industri dengan Konsentrasi Bahan Organik yang Tinggi.

Penerapan Teknik Analisis Komponen Dasar untuk Diagnosis Ketidaknormalan Operasi Pabrik Kimia.

Pengembangan Piranti Lunak Perancangan Dasar Fasilitas Produksi Minyak dan Gas.


Sumber :
http://ppprodtk.fti.itb.ac.id/tentang-kk

Perancangan dan Pengembangan Produk

Kesuksesan ekonomi sebuah perusahaan manufaktur tergantung pada kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, kemudian secara tepat menciptakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan biaya yang rendah. Hal ini bukan merupakan tanggung jawab bagian pemasaran, bagian desain, melainkan tanggung jawab yang melibatkan banyak fungsi dalam suatu perusahaan.


Pengembangan Produk

Pengembangan produk merupakan serangkaian aktivitas yang dimulai dengan analisa persepsi dan peluang. Pengembangan produk merupakan aktivitas lintas disiplin yang membutuhkan kontribusi dari hampir semua fungsi yang ada di perusahaan, namun tiga fungsi yang selalu paling penting bagi proyek pengembangan produk (Cross, 1994) adalah

· Pemasaran

Fungsi pemasaran adalah menjembatani interaksi antara perusahaan dengan pelanggan. Peranan lainnya adalah memfasilitasi proses identifikasi peluang produk, pendefinisian segmen pasar, dan identifikasi kebutuhan pelanggan. Bagian pemasaran juga secara khusus merancang komunikasi antara perusahaan dengan pelanggan, menetapkan target harga dan merancang peluncuran serta promosi produk.

· Perancangan (desain)

Fungsi perancangan memegang peranan penting dalam mendefinisikan bentuk fisik produk agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Dalam konteks tersebut tugas bagian perancangan mencakup desain engineering (mekanik, elektrik, software, dan lain-lain) dan desain industri (estetika, ergonomics, user interface).

· Manufaktur

Fungsi manufaktur terutama bertanggung jawab untuk merancang dan mengoperasikan system produksi pada proses produksi produk. Fungsi ini melingkupi pembelian, instalasi, dan distribusi. Proses pengembangan produk (Ulrich-Eppinger, 2001) dalam suatu perusahaan umumnya melalui 6 tahapan proses, antara lain adalah :

1. Fase 0 : Perencanaan Produk

Kegiatan perencanaan sering dirujuk sebagai “zero fase” karena kegiatan ini mendahului persetujuan proyek dan proses peluncuran pengembangan produk aktual.

2. Fase 1 : Pengembangan Konsep

Pada fase pengembangan konsep, kebutuhan pasar target diidentifikasi, alternatif konsep-konsep produk dibangkitkan dan dievaluasi, dan satu atau lebih konsep dipilih untuk pengembangan dan percobaan lebih jauh.

3. Fase 2 : Perancangan Tingkat Sistem

Fase perancangan tingkat sistem mencakup definisi arsitektur produk dan uraian produk menjadi subsistem-subsistem serta komponen-komponen

4. Fase 3 : Perancangan Detail

Fase perancangan detail mencakup spesifikasi lengkap dari bentuk, material, dan toleransitoleransi dari seluruh komponen unik pada produk dan identifikasi seluruh komponen standar yang dibeli dari pemasok.

5. Fase 4 : Pengujian dan Perbaikan

Fase pengujian dan perbaikan melibatkan konstruksi dan evaluasi dari bermacam-macam versi produksi awal produk.

6. Fase 5 : Produksi Awal

Pada fase produksi awal, produk dibuat dengan menggunakan sistem produksi yang sesungguhnya. Tujuan dari produksi awal ini adalah untuk melatih tenaga kerja dalam memecahkan permasalahan yang timbul pada proses produksi sesungguhnya. Peralihan dari produksi awal menjadi produksi sesungguhnya biasanya tahap demi tahap. Pada beberapa titik pada masa peralihan ini, produk diluncurkan dan mulai disediakan untuk didistribusikan



Pengembangan Konsep

Inti dari perencanaan desain adalah terletak pada pengembangan konsep. Crawford mengemukakan bahwa konsep desain adalah kombinasi antara lisan, tulisan, dan atau bentuk prototipe yang akan dilakukan perbaikan dan bagaimana pelanggan menunjukkan keuntungan/kerugiannya.

Tiga bagian penting yang ada untuk ide/perencanaan yang akan ditingkatkan dengan kondisi konsep (Crawford, 1994) adalah :

1. Bentuk

Hal ini merupakan bentuk fisik suatu produk itu sendiri, material penyusunnya, dan sebagainya.

2. Teknologi

Termasuk di dalamnya antara lain : prinsip, teknik, perlengkapan, mekanika, kebijakan, dan seterusnya yang dapat digunakan untuk menciptakan/mencapai produk yang dimaksud.

3. Keuntungan

Nilai keuntungan yang diharapkan pelanggan dari produk tersebut.


Proses pengembangan konsep (Ulrich-Eppinger, 2001) mencakup kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

1. Identifikasi kebutuhan pelanggan

Sasaran kegiatan ini adalah untuk memahami kebutuhan konsumen dan mengkomunikasikannya secara efektif kepada tim pengembangan. Output dari langkah ini adalah sekumpulan pernyataan kebutuhan pelanggan yang tersusun rapi, diatur dalam daftar secara hierarki, dengan bobot-bobot kepentingan untuk tiap kebutuhan.

Tujuan metode identifikasi kebutuhan pelanggan adalah :

a. Meyakinkan bahwa produk telah difokuskan terhadap kebutuhan konsumen.

b. Mengidentifikasikan kebutuhan konsumen yang tersembunyi dan tidak terucapkan (latent needs) seperti halnya kebutuhan yang eksplisit.

c. Menjadi basis untuk menyusun spesifikasi produk.

d. Menjamin tidak adanya kebutuhan konsumen penting yang terlupakan.

e. Menanamkan pemahaman bersama mengenai kebutuhan konsumen diantara anggota tim pengembang.

2. Penetapan spesifikasi target

Spesifikasi merupakan terjemahan dari kebutuhan konsumen menjadi kebutuhan secara teknis. Output dari langkah ini adalah suatu daftar spesifikasi target. Proses pembuatan target spesifikasi terdiri dari 3 langkah :

a. Menyiapkan daftar metrik kebutuhan dengan tingkat kepentingan yang diturunkan dari tingkat kepentingan kebutuhan yang direfleksikannya.

b. Mengumpulkan informasi tentang pesaing dan mengkombinasikannya dengan tingkat kepuasan dari pelanggan produk pesaing..

c. Menetapkan nilai target ideal dan marginal yang dapat dicapai untuk tiap metrik.

3. Penyusunan konsep

Konsep produk adalah sebuah gambaran atau perkiraan mengenai teknologi, prinsip kerja, dan bentuk produk. Sasaran penyusunan konsep adalah menggali lebih jauh area konsepkonsep produk yang mungkin sesuai dengan kebutuhan konsumen. Konsep produk merupakan gambaran singkat bagaimana produk memuaskan kebutuhan konsumen.

Proses penyusunan konsep terdiri dari 4 langkah :

a. Pemaparan masalah dengan diagram fungsi

b. Pencarian eksternal

c. Pencarian internal

d. Penggalian secara sistematis dengan pohon klasifikasi dan tabel kombinasi.

4. Pemilihan konsep

Pemilihan konsep merupakan kegiatan dimana berbagai konsep dianalisis secara berturutturut, kemudian dieliminasi untuk mengidentifikasi konsep yang paling menjanjikan.

Pemilihan konsep terdiri atas dua tahap, yaitu :

a. Penyaringan konsep

Tujuan penyaringan konsep adalah mempersempit jumlah konsep secara cepat dan untuk memperbaiki konsep.

b. Penilaian konsep

Pada tahap ini, tim memberikan bobot kepentingan relatif untuk setiap kriteria seleksi dan memfokuskan pada hasil perbandingan yang lebih baik dengan penekanan pada setiap kriteria.

5. Pengujian konsep

Satu atau lebih konsep diuji untuk mengetahui apakah kebutuhan konsumen telah terpenuhi, memperkirakan potensi pasar dari produk, dan mengidentifikasi beberapa kelemahan yang harus diperbaiki selama proses pengembangan selanjutnya.

6. Penentuan spesifikasi akhir

Spesifikasi target yang telah ditentukan di awal proses ditinjau kembali setelah proses dipilih dan diuji. Pada tahap ini, tim harus konsisten dengan nilai-nilai besaran spesifik yang mencerminkan batasan-batasan pada konsep produk itu sendiri, batasan-batasan yang diidentifikasi melalui pemodelan secara teknis, serta pilihan antara biaya dan kinerja.

7. Perencanaan proyek

Pada kegiatan akhir pengembangan konsep ini, tim membuat suatu jadwal pengembangan secara rinci, menentukan strategi untuk meminimasi waktu pengembangan, dan mengidentifikasi sumber daya yang digunakan untuk menyelesaikan proyek.

8. Analisis ekonomi

Analisis ekonomi digunakan untuk memastikan kelanjutan program pengembangan menyeluruh dan memecahkan tawar-menawar spesifik, misalnya antara biaya manufaktur dan biaya pengembangan. Analisis ekonomi merupakan salah satu kegiatan dalam tahap pengembangan.

9. Analisa produk-produk pesaing

Pemahaman mengenai produk pesaing adalah penting untuk penentuan posisi produk baru yang berhasil dan dapat menjadi sumber ide yang kaya untuk rancangan produk dan proses produksi. Analisis pesaing dilakukan untuk mendukung banyak kegiatan awal sampai akhir.

10. Pemodelan dan pembuatan prototipe

Setiap tahapan dalam proses pengembangan konsep melibatkan banyak bentuk model dan prototipe. Hal ini mencakup antara lain model pembuktian konsep yang akan membantu tim pengembangan dalam menunjukkan kelayakan model ‘hanya bentuk’ yang ditunjukkan kepada konsumen untuk mengevaluasi keergonomisan dan gaya, sedangkan model lembar kerja adalah untuk pilihan teknis.


Sumber :
Sony Kisyono
http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?view=article&catid=25%3Aindustri&id=231%3Aperancangan-dan-pengembangan-produk-&option=com_content&Itemid=15
21 Juni 2010